Rabu, 14 Mei 2014

penilaian pembelajaran tematik

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Menurut Permendiknas no 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan, bahwa Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian  pendidikan  sebagai  proses  pengumpulan  dan  pengolahan informasi  untuk  mengukur  pencapaian  hasil  belajar  peserta  didik mencakup: penilaian  otentik,  penilaian  diri,  penilaian  berbasis  portofolio, ulangan,  ulangan  harian,  ulangan  tengah  semester,  ulangan  akhir semester,  ujian  tingkat  kompetensi, ujian  mutu  tingkat  kompetensi,  ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. (Lampiran Permendiknas no 66 tahun 2013)
Melalui penilaian dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa, guru, serta proses pembelajaran itu sendiri. Berdasarkan informasi itu, dapat dibuat keputusan tentang pembelajaran, kesulitan siswa dan upaya bimbingan yang diperlukan serta keberadaan kurikulum itu sendiri.

B.   Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang penilaian pendidikan dalam kegiatan pembelajaran.
1.    Apa makna penilaian pendidikan dalam pembelajaran tematik?
2.    Prinsip apa saja yang digunakan dalam penentuan penilaian pembelajaran tematik?
3.    Bagaimana Ruang Lingkup, Jenis, Tehnik Dan Instrument Penilaian?
4.    Bagaimana Langkah-langkah Pengembangan Instrumen Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik?





C.   Tujuan Pembuatan Makalah
Dari rumusan masalah kita akan dapat mengetahui beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang penilaian kelas dalam kegiatan pembelajaran.
1.    Makna penilaian pendidikan dalam pembelajaran tematik.
2.    Prinsip-prinsip penilaian pembelajaran tematik.
3.    Ruang Lingkup, Jenis, Tehnik Dan Instrument Penilaian.
4.    Langkah-langkah Pengembangan Instrumen Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.   Makna Penilaian Pendidikan dalam Pembelajaran Tematik
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. (Trianto, 2007)
Prinsip-prinsip dasar pembelajaran terpadu, yaitu:
1.    The hidden curriculum. Anak tidak hanya terpaku pada pernyataan, atau pokok bahasan tertentu, sangat mungkin pembelajaran yang dikembangkan memuat pesan yang tersembunyi penuh makna bagi anak.
2.    Subject in the curriculum. Perlu dipertimbangkan mana yang perlu didahulukan dalam pemilihan pokok atau topik belajar, waktu belajar, serta penilaian kemajuan.
3.    The learning environment. Lingkungan belajar di kelas memberikan kebebasan bagi anak untuk berfikir dan berkreatifitas.
4.    Views of social world.Masyarakat sekitar membuka dan memberikan wawasan untuk pengembangan pembelajaran di sekolah.
5.    Values and attitude.Anak-anak memperoleh sikap dan norma dari lingkungan masyarakat termasuk rumah, sekolah dan panutannya, baik verbal maupun nonverbal (Saud, 2006).
Pada pembelajaran tematik terpadu, standar penilaian pendidikan telah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia Nomor   66  tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Penilaian  pendidikan  sebagai  proses  pengumpulan  dan  pengolahan informasi  untuk  mengukur  pencapaian  hasil  belajar  peserta  didik mencakup: penilaian  otentik,  penilaian  diri,  penilaian  berbasis  portofolio, ulangan,  ulangan  harian,  ulangan  tengah  semester,  ulangan  akhir semester,  ujian  tingkat  kompetensi, ujian  mutu  tingkat  kompetensi,  ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah, yang diuraikan sebagai berikut.
1.    Penilaian  otentik  merupakan  penilaian  yang  dilakukan  secara komprehensif untuk menilai  mulai  dari masukan  (input),  proses,dan keluaran (output) pembelajaran.
2.    Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik  secara  reflektif  untuk  membandingkan  posisi  relatifnya  dengan kriteria yang telah ditetapkan.
3.  Penilaian  berbasis  portofolio merupakan  penilaian  yang dilaksanakan untuk  menilai  keseluruhan  entitas  proses  belajar  peserta  didik termasuk  penugasan  perseorangan  dan/atau  kelompok  di dalam dan/atau  di  luar  kelas  khususnya  pada  sikap/perilaku  dan keterampilan.  
4.  Ulangan  merupakan  proses  yang  dilakukan  untuk  mengukur pencapaian  kompetensi  peserta  didik  secara  berkelanjutan  dalam proses  pembelajaran,  untuk  memantau  kemajuan  dan  perbaikan  hasil belajar peserta didik.
5.  Ulangan  harian merupakan kegiatan  yang  dilakukan  secara  periodic untuk menilai  kompetensi  peserta  didik  setelah  menyelesaikan  satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
6.   Ulangan  tengah  semester merupakan kegiatan  yang  dilakukan  oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan  8 – 9  minggu  kegiatan  pembelajaran.  Cakupan  ulangan tengah  semester  meliputi  seluruh  indikator  yang  merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
7.  Ulangan  akhir  semester merupakan kegiatan  yang  dilakukan  oleh pendidik  untuk  mengukur  pencapaian  kompetensi  peserta  didik  di akhir  semester.  Cakupan  ulangan  meliputi  seluruh  indikator  yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
8.  Ujian  Tingkat  Kompetensi yang  selanjutnya  disebut UTK  merupakan kegiatan  pengukuran  yang  dilakukan  oleh  satuan  pendidikan  untuk mengetahui  pencapaian  tingkat  kompetensi.  Cakupan  UTK  meliputi sejumlah Kompetensi Dasar  yang  merepresentasikan Kompetensi  Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
9.   Ujian  Mutu  Tingkat  Kompetensi  yang  selanjutnya  disebut  UMTK merupakan kegiatan  pengukuran  yang  dilakukan  oleh pemerintah untuk  mengetahui  pencapaian  tingkat  kompetensi.  Cakupan UMTK meliputi sejumlah  Kompetensi  Dasar  yang  merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
10. Ujian  Nasional  yang  selanjutnya  disebut  UN merupakan kegiatan pengukuran  kompetensi  tertentu  yang  dicapai  peserta  didik  dalam rangka  menilai  pencapaian  Standar  Nasional  Pendidikan,  yang dilaksanakan secara nasional.
11. Ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di  luar kompetensi  yang  diujikan  pada  UN,  dilakukan  oleh satuan pendidikan.
Penilaian pembelajaran tematik di kurikulum 2013 yaitu menggunakan penilaian assesmen autentik. Asesmen  autentik  adalah  pengukuran  yang  bermakna  secara  signifikan  atas  hasil  belajar  peserta  didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah asesmen merupakan sinonim dari penilaian,
pengukuran,  pengujian,  atau  evaluasi.  Istilah  autentik  merupakan  sinonim  dari    asli,  nyata,  valid,  atau reliabel.
Secara konseptual asesmen autentik lebih bermakna secara signifikan  dibandingkan dengan  tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan asesmen autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah. 
Asesmen  autentik  memiliki  relevansi  kuat  terhadap  pendekatan  ilmiah  dalam  pembelajaran  sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena, asesmen semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan  lain-lain.  Asesmen  autentik  cenderung  fokus  pada tugas-tugas  kompleks  atau  kontekstual, memungkinkan  peserta  didik  untuk  menunjukkan  kompetensi  mereka  dalam  pengaturan  yang  lebih autentik.  Karenanya,  asesmen  autentik  sangat  relevan dengan  pendekatan  tematik  terpadu  dalam pembelajaran, khususnya jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai.
Asesmen autentik dapat dibuat oleh guru sendiri, guru secara tim, atau guru bekerja sama dengan  peserta didik. Dalam asesmen autentik, seringkali pelibatan siswa sangat  penting.  Asumsinya,  peserta  didik  dapat  melakukan  aktivitas  belajar  lebih  baik  ketika  mereka tahu bagaimana akan dinilai. Asesmen  autentik  mencoba  menggabungkan  kegiatan  guru mengajar,  kegiatan  siswa  belajar,  motivasi dan  keterlibatan  peserta didik, serta keterampilan  belajar. Karena  penilaian  itu merupakan bagian dari proses  pembelajaran,  guru  dan  peserta  didik  berbagi  pemahaman  tentang  kriteria  kinerja. (MATERI PELATIHAN PLPLG KONSEP TEMATIK, PENDEKATAN SCIENTIFIC, DAN PENILAIAN AUTENTIK)


B.   Prinsip - prisip penilaian hasil belajar
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarka pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
5.     Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
6.     Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektifitas penilai.
7.     Adil, berartipenilaian tidak menguntungkan peserta didikkarena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama,suku, budaya, adat istiadat, status social ekonomi, dan gender.
8.     Terpadu, berarti penilaianoleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
9.     Terbuka, berarti prosedur penilaian, criteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
10.   Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai tehnik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
11.   Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
12.   Beracuan criteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
13.   Akuntabel, berartipenilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi tehnik, prosedur , maupun hasinya.( Panitia Sertifikasi Guru Rayon 143, 2012)


C.   Ruang Lingkup, Jenis, Tehnik Dan Instrument Penilaian
Berdasar Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  Republik Indonesia Nomor   66 Tahun 2013
1.  Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian hasil  belajar  peserta  didik mencakup  kompetensi  sikap, pengetahuan,  dan  keterampilan  yang  dilakukan  secara  berimbang sehingga  dapat  digunakan  untuk  menentukan  posisi  relatif  setiap peserta  didik terhadap  standar  yang  telah  ditetapkan. Cakupan penilaian  merujuk  pada ruang  lingkup  materi,  kompetensi  mata pelajaran/ kompetensi muatan/ kompetensi program, dan proses.

2.    Jenis-jenis Penilaian
Beberapa kompetensi dan kemajuan belajar siswa-siswi tidak mampu diungkap hanya dengan menggunakan tes. Untuk mendapatkan hasil penilaian yang otentik (sesuai dengan kenyataan yang ada) telah banyak dikembangkan perangkat penilaian non tes. Beberapa perangkat penilaian tes dan non tes yang banyak digunakan  diantaranya adalah
Macam – macam Penilaian
Penilaian Tes
Penilaian Non Tes
1.    Tes lisan, contoh:
        a.    Hafalan surat-surat pendek
        b.    Bercerita, dan lain-lain.
2.    Tes tertulis, meliputi;
a.    Pilihan ganda
b.    Dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
c.     Menjodohkan
d.    Isian singkat
e.    uraian
3.    Tes perbuatan, contoh;
a.    Praktek sholat berjamaah
b.    Praktek lari jarak pendek, dan lain-lain
1.    Pengamatan
2.    Wawancara
3.    Kinerja (unjuk kerja)
4.    Proyek
5.    Produk
6.    Portofolio
7.    Skala Afektif (penilaian sikap)


3.    Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik  dan  instrumen  yang  digunakan  untuk  penilaian  kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut. 
a.  Penilaian kompetensi sikap,
Pendidik  melakukan  penilaian kompetensi sikap  melalui  observasi, penilaian  diri,  penilaian  “teman  sejawat”(peer  evaluation)  oleh peserta  didik  dan  jurnal.  Instrumen  yang  digunakan  untuk observasi,  penilaian  diri,  dan penilaian  antar peserta  didik  adalah daftar  cek  atau  skala  penilaian  (rating  scale) yang disertai  rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
1)    Observasi merupakan  teknik  penilaian  yang  dilakukan  secara berkesinambungan  dengan  menggunakan  indera,  baik  secara langsung  maupun  tidak  langsung  dengan  menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
2)    Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik  untuk  mengemukakan  kelebihan  dan  kekurangan dirinya  dalam konteks  pencapaian  kompetensi.  Instrumen  yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
3)    Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian  kompetensi.  Instrumen  yang  digunakan  berupa lembar penilaian antarpeserta didik.
4)    Jurnal  merupakan  catatan  pendidik  di  dalam  dan  di  luar  kelas yang  berisi  informasi  hasil  pengamatan  tentang  kekuatan  dan kelemahan  peserta  didik  yang  berkaitan  dengan  sikap  dan perilaku.

b.    Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik  menilai  kompetensi  pengetahuan  melalui  tes  tulis,  tes
lisan, dan penugasan. 
1)     Instrumen  tes  tulis  berupa  soal  pilihan ganda,  isian, jawaban singkat,  benar-salah,  menjodohkan,  dan  uraian.  Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
2)     Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
3)     Instrumen  penugasan  berupa  pekerjaan  rumah  dan/atau projek  yang  dikerjakan  secara  individu  atau  kelompok  sesuai dengan karakteristik tugas.

c.     Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu  penilaian  yang  menuntut  peserta  didik  mendemonstrasikan suatu  kompetensi  tertentu  dengan  menggunakan  tes  praktik, projek,  dan  penilaian  portofolio. Instrumen  yang  digunakan  berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubric

D.   Langkah-langkah Pengembangan Instrumen Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik
1.    Prosedur Penilaian
Ada beberapa langkah yang dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan proses penilain hasil belajar, yaitu:
a.    Merumuskan atau mempertegas tujuan-tujuan pengajaran.
b.    Mengkaji kembali materi pengajaran berdasarkan kurikulum dan silabus mata pelajaran.
c.     Menyusun alat-alat penilaian, baik tes maupun non tes, yang cocok digunakan dalam menilai jenis-jenis tingkah laku yang tergambar dalam tujuan pembelajaran.
d.    Menggunakan hsil-hasil penilaian sesuai dengan tujuan penilain tersebut, yakni untuk kepentingan pendiskripsian kemampuan siswa-siswi, kepentingan perbaikan pengajaran. Kepentingan bimbingan belajar, maupun kepentingan laporan pertanggung jawaban pendidikan ( Sudjana, 2008).


2.    Pengembangan Tehnik Instrument Penilaian
Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik dapat dilakukan dengan beragam tehnik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Tehnik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian suatu kompetensi belajar dilakukan berdasarkan indicator-indikator pencapaian hasil belajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor.
a.    Penilaian tes tertulis
Tes tertulis merupakan tes dimana soal da jawaban yang diberikan peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: (Sukarji, 2007)
1)    Soal dengan memilih jawaban
·        Pilihan ganda,
·        Dua pilihan (benar-salah, ya/tidak)
·        Menjodohkan
2)    Soal dengan mensuplay jawaban
·        Isian singkat atau melengkapi
·        Uraian terbatas
·        Uraian obyektif/non obyektif
·        Uraian terstruktur/non terstruktur









Contoh penilaian tertulis:
Mata pelajaran         : Matematika
Kelas/semester        : 1/1
Kompetensi Dasar
Indikator
Jenis Penilaian
Bentuk instrumen
·  Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan sampai 20
·  Menyelesaikan permasalahan penjumlahan dalam soal cerita
·  Menyelesaikan permasalahan pengurangan dalam soal cerita
·    Tes tertulis
·        Pilihan ganda
·        Esay

A.    Berilah tanda silang (x) pada huruf di depan jawaban yang paling tepat! Skor setiap jawaban benar diberi nilai 1.
v Budi memiliki 15 buah kelereng. Ketika dating dari pasar, ibunya member 2 kelereng. Jumlah kelereng budi sekarang adalah…
a.    15                                        b. 16                       c. 17   
B.    Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat! Skor setiap jawaban benar diberi nilai 2.
v Putri memiliki 19 kertas warna merah. Kemudian yang 2 lembar diberikan kepada Sasa. Maka jumlah kertas Putri sekarang adalah…

b.    Penilaian unjuk kerja
Merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olah raga, bermain peran, memainkan alat music, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan lai-lain.
Ada beberapa cara dalam pengembangan alat penilaian unjuk kerja, antara lain:
1)    Daftar  cek  (checklist).  Digunakan  untuk  mengetahui  muncul  atau  tidaknya  unsur-unsur tertentu  dari  indikator  atau  sub indikator  yang  harus muncul  dalam  sebuah  peristiwa  atau tindakan. Caranya dengan menggunakan daftar cek (ya-tidak) atau penggunaan tanda centang (v). (Sukarji,2007)
Contoh I.  penilaian kerja dengan daftar checklist
Mata pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas/ semester        : 1/1





Kompetensi Dasar
Indicator
Jenis Penilaian
·    Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun
·        Mengenalkan nama diri, tempat dan tanggal lahir, nama orang tua, serta alamat kepada teman sekelas.
·        Mempraktikan cara menyapa yang sopan
·        Kinerja



·        Kinerja

Mempraktikan cara menyapa dengan sopan.
(Dinilai menggunakan Daftar checklist)




Nama peserta didik:                                                     Kelas:
No.
Aspek yang dinilai
Ya
Tidak
1.
2.
3.
4.
Mengucapkan salam
Menanyakan kabar
Bahasa tubuh
Intonasinya menunjukkan kesopanan


Skor yang dicapai

Skor maksimum


Contoh II. penilaian kerja dengan daftar checklist
Nama                       : Muhammad Taufik
Mata pelajaran           : Fiqih
Kelas/Semester          : III/I
Standar Kompetensi    : 4. Melaksanakan salat dengan tertib
Kompetensi dasar       : 4.2 Menampilkan keserasiangerakan dengan bacaan salat
Indikator                  : 4.2.1 Memeragakan gerakan-gerakan salat  
                       4.2.2 Membaca lafat/bacaan dalam setiap gerakan salat
Materi Pokok             : Shalat








NO
Rukun Shalat
Kategori Penilaian
Betul
Salah
1
Lafal Niat


2
Sikap berdiri


3
Takbiratul ikhram


4
Membaca surah Al fatikah


5
Rukuk dan tuma’ninah


6
I’tidal dan tuma’ninah


7
Sujud dua kali dan tuma’ninah


8
Duduk diantara dua sujud


9
Duduk akhir


10
Membaca tasyahud akhir


11
Membaca sholawat Nabi


12
Memberi salam


13
Menertibkan rukun



Jumlah



Skor maksimal
13
            Nilai =                                

2)    Catatan  anekdot/narasi  (anecdotal/narative records).  Digunakan  dengan  cara  guru  menulis laporan  narasi  tentang  apa  yang  dilakukan  oleh  masing-masing  peserta  didik  selama melakukan  tindakan.  Dari  laporan  tersebut,  guru  dapat  menentukan  seberapa  baik  peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan.
Contoh penilaian menggunakan catatan anekdot/narasi:
Tema                           : Diri sendiri
Kelas/semester              : 1/1
Kompetensi dasar          : memperkenalkan diri
Indicator                      : siswa mampu menyebutkan nama orang tua dan saudara kandung


No.
Nama siswa
Nilai kognitif
1.

2.
Ahmad Anta

Ahmad Abdi Manab
Mampu menyebutkan nama orang tua dengan baik, benar dan lancar
Mampu menyebutkan nama orang tua dengan baik, kurang benar tetapi lancar

No.
Nama Siswa
Psikomotorik
1.
Ahmad Anta

Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran

No.
Nama siswa
Afektif
1.
Ahmad Anta

Siswa senang dalam belajar perkenalan, berani maju di depan kelas.


3)    Skala  penilaian  (rating  scale).  Biasanya  digunakan  dengan  menggunakan  skala  numerik berikut  predikatnya.  Misalnya:  5  =  baik  sekali,  4  =  baik,  3  =  cukup,  2  =  kurang,  1  =  kurang sekali. 



Contoh I. Penilaian unjuk kerja dengan skala penilaian dalam diskusi kelompok.





Kelompok     :
Nama           : 1. …
2…
No.
Aspek yang dinilai
Skor siswa

1.
2.
3.
4.

Bekerjasama
Bekerja sistematis
Inisiatif
Perhatian
5
4
3
2
1
Rubric penilaian,
1= ikut serta dalam memberikan pendapat
2= bekerja sistematis sesuai panduan
3= menerima pendapat dari kelompok lain
4= memperhatikan tugas dan aktivitas kelompok
Keterangan skor:
5= sangat baik,
4= baik
3= cukup
2= kurang
1=sangat kurang

Contoh II. Penilaian unjuk kerja dengan skala penilaian
Nama                             : Nadia Sari
Mata pelajaran                 : Fiqih
Kelas/Semester               : III/I
Standar Kompetensi         : 4. Melaksanakan salat dengan tertib
Kompetensi dasar  : 4.2 Menampilkan keserasiangerakan dengan bacaan s
Indikator              : 4.2.1 Memeragakan gerakan-gerakan salat  
                 4.2.2 Membaca lafat/bacaan dalam setiap geakan salat
Materi Pokok           : Shalat
NO
Rukun shalat
Skala penilaian
1
2
3
4
5
1
Lafal niat





2
Sikap berdiri





3
Takbiratul ikhram





4
Membaca surat al fatikah





5
Rukuk dan tuma’ninah





6
I’tidal dan tuma’ninah





7
Sujud dua kali dan tuma’ninah





8
Duduk di antara dua sujud





9
Duduk akhir





10
Membaca tasyahud akhir





11
Membaca sholawat nabi





12
Memberi salam





13
Menertibkan rukun






Jumlah






Skor maksimal
65

Nilai =                                
Jika seorang siswa memperoleh skor 100 dapat ditetapkan “sangat baik”. Dan seterusnya sesuai dengan jumlah skor pemerolehan.

4)    Memori  atau  ingatan  (memory  approach).  Digunakan  oleh  guru  dengan  cara  mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu, dengan tanpa membuat catatan. Guru menggunakan informasi  dari  memorinya  untuk  menentukan  apakah  peserta  didik  sudah  berhasil  atau belum.  Cara seperti tetap ada manfaatnya, namun tidak cukup dianjurkan.





c.     Penilaian proyek
Dalam penilaian proyek ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan yaitu :
1)    Kemampuan pengelolaan, kmampuan peserta didik dalam memilih topic, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan
2)    Relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahamam dan ketrampilan dalam pembelajaran
3)    Keaslian, proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan protek terhadap peserta didik
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan desain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapan laporan tertulis.
Contoh penilaian proyek:
Mata pelajaran                 : Sains
Kelas/ semester               : 2/1
Bentuk penilaian              : praktik/tugas
Alokasi waktu                  : 2 minggu
No
Kompetnsi dasar
Hasil belajar
Kelas/
semester
Materi
Indikator
1
Mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada pertumbuhan hewan(dalam ukuran)dan tumbuhan (dari biji menjadi tanaman)
Menyusun perencanaan kerja ilmiah melalui pengamatan
II/1
Tumbuhan kacang hijau
Dapat melakukan tugas pengamatan pertumbuhan tanaman kacang hijau berdasarkan cirri-ciri fisiknya

Soal : Amatilah pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman
     Rubric penilaian
Aspek yang dinilai
Hasil penilaian
Persiapan
1.    Merencanakan penelitian
2.    Mempersiapkan alat dan bahan
Pelaksanaan
1.    Melakukan pengamatan secara rinci dan terjadwal
2.    Mencatat hasil pengamatan
Pelaporan
1.    Menulis laporan berdasarkan hasil pengamatan
2.    Menulis laporan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar
3
2
1
 Keterangan :
3= baik
2= cukup
1= kurang

d.    Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas
Pengembangan produk meliputi tiga tahap dan disetiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
1)    Tahap persiapan, meliputi : penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggai, mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
2)    Tahap pembuatan produk (proses), meliputi : penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan , alat dan teknik.
3)    Tahap penilaian produk, meliputi : penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
Tehnik penilaian produk
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistic atau analitik.
·        Cara holistic yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal
·        Cara analitik, yaitu berdasrkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua criteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
Contoh penilaian produk
Mata pelajaran           :IPA
Kelas/ semester         : 1/2
Kopetensi Dasar
Indicator
Jenis penilaian
Mengidentifikasi makhluk hidup yang menguntungkan dan yang membahayakan
·    Menyebutkan 5 hewan yang menguntungkan
·    Menyebutkan 5 jenis hewan yang merugikan
·    Menyebutkan 5 jenis tumbuhan yang menguntungkan
·    Menyebutkan 5 jenis tumbuhan yang merugikan
·    Mendiskripsikan secara lengkap manfaat salah satu hewan
·    Mendiskripsikan salah satu contoh tumbuhan
·    Membuat bagan hewan yang menguntungkan dan hewan yang merugikan
·    Tes

·    Tes

·    Tes

·    Tes

·    Produk

·    Produk

·    Produk

Tugas :
1.    Perhatikan gambar-gambar hewan yang telah disiapkan oleh kelompok.
2.    Kelompokkkan hewan-hewan tersebut mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan!
3.    Tempelkan pada kertas yang tersedia!


No.
Komponen
Kurang baik (1)
Cukup baik (2)
Sangat baik (3)
1.
Menyiapkan gambar-gambar hewan (20%)



2.
Ketetapan pengelompokkan hewan (bobot 40%)



3.
Keindahan produk (bobot 20%)



4.
Kerjasama (20%)




Skor total




Nilai = skor yang diperoleh x 100 = 75, karena KKM 75
                                    25

e.    Penilaian portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya  peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik.
Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi, music.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan portofolio, yaitu:
1)    Siswa merasa memiliki portofolio sendiri
2)    Tentukan hasil kerja apa yang akan dikumpulkan.
3)    Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam satu tempat (map atau folder).
4)    Beri tanggal pembuatan.
5)    Tentukan criteria untuk menilai hasil kerja siswa
6)    Minta siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan
7)    Bagi yang kurang, beri kesempatan memperbaiki karyanya, tentukan jangka waktunya
8)    Bila perlu jadwalkan pertemuan dengan orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud dan tujuan portofolio, sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi anaknya. (Masnur Muslich,2009)
Jenis penilaian portofolio:
1). Portofolio perkembangan, berisi koleksi artefak siswa yang menunjukkan pertumbuhan seorang siswa. Dengan demikian yang dipajang dalam portofolio perkembangan adalah artefak yang bias menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan siswa dari tahap ke tahap berikutnya.
2). Portofolio pamer/ showcase . berisi artefak siswa yang menunjukkan hasil karya terbaiknya.
3). Portofolio koprehensif, berisi artefak seluruh hasil karya siswa.



Contoh penilaian portofolio
Mata pelajaran           : Bahasa Indonesia
Kelas/ semester         : 3/2
Kompetensi Dasar
Indicator
Bentuk dokumen untuk portofolio
Menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital dan tanda titik
Menyusun gambar seri sehingga membentuk urutan sebuah cerita
Menyusun gambar seri
Menulis pokok kalimat dari gambar-gambar seri
Masing-masing potongan gambar terdapat pokok kalimat
Menulis kalimat dengan memperhatikan ejaan, huruf capital, dan tanda titik.
Kalimat yang disusun memiliki ejaan, huruf capital, tanda titik yang tepat
Mengembangkan pokok kalimat menjadi sebuah paragraph berdasarkan gambar seri
Mengembangkan pokok kalimat menjadi sebuah paragraph
Menemukan kesalahan dan memperbaiki paragraph berdasarkan kesalahan tersebut
Paragraph yang telah dikoreksi dan direvisi
Menggabungkan paragraph sehingga tersusun menjadi karangan sederhana
Karangan yang tersusun dari paragraph-paragraf yang disusun sebelumnya
Menemukan kesalahan dan memperbaiki karangan berdasarkan kesalahan
Karangan yang telah dikoreksi beserta revisinya




Petunjuk pensekoran penilaian portofolio
Dokumen
Indikator
1.   Masing-masing potongan gambar terdapat pokok kalimat
·    Gambar seri disusun secara logis membentuk cerita
·    Masing-masing gambar memiliki pokok kalimat yang sesuai dengan tema gambar
2.   Kalimat yang disusun memiliki ejaan, huruf capital, tanda titik yang tepat
·  Menyusun kalimat dengan benar; subjek, predikat, objek
·  Penggunakan huruf capital, ejaan, koma, dantitik dengan tepat
3. Mengembangkan pokok kalimat menjadi sebuah paragraph
·    Pokok kalimat dikembangkan menjadi paragraph
·    Anak kalimat terkait dengan paragraph
·    Kalimat-kalimat dalam paragraph disusun dengan memperhatikan susunan kalimat, ejaan, koma, titik.
4. Paragraph yang telah dikoreksi dan direvisi
·    Menemukan kesalahan paragraph yang disusunnya sendiri
·    Memperbaiki paragraph berdasarkan kesalahan yang telah ditemukan
5. Karangan yang tersusun dari paragraph-paragraf yang disusun sebelumnya
·    Paragraph-paragraf yang telah disusun dirangkai menjadi sebuah karangan
·    Paragraph-paragraf membentuk hubungan cerita yang logis
6. Karangan yang telah dikoreksi beserta revisinya
·    Menemukan kesalahan yang disusunnya sendiri
·    Memperbaiki karangan berdasarkan kesalahan yang ditemukan
Pensekoran
Sangat baik=5; baik=4;cukup=3; kurang=2, sangat kurang=1



f.     Penilaian Sikap
Penilain sikap adalah penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap objek sikap. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan cara : a) observasi perilaku, b) pertanyaan langsung, c) laporan pribadi.
a)    Obsevasi perilaku, dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian.
BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDIK
( nama sekolah )

Mata pelajaran    :
Kelas                  :
Tahun pelajaran :
Nama guru         :


Contoh isi buku catatan harian
No.
Hari/
tanggal
Nama peserta didik
Kejadian
Tindak lanjut
1.





2.
Senin,
2-12-2013




Rabu,
4-12-2013
Esa dan Abidzar





Ferlita
Keduanya bertengkar akibat kurangnya menjaga emosi saat bermauin bola

Menolong siswa kelas 1 yang terjatuh dan membawanya ke ruang UKS
Didamaikan dan masing-masing menyadari kesalahannya






Contoh format penilaian sikap dalam praktek diskusi
No.
Nama
Perilaku
Nilai
keterangan


1.
2.
3.
4.


Agus
Burhan
….
….
Bekerja sama
Berini-
siatif
Penuh
perhatian
Bekerja
Sistematis














Catatan:
Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan criteria berikut:
1=sangat kurang, jumlah skor 0-5
2= kurang, jumlah skor 6-9
3=cukup, jumlah skor 10-13
4=baik, jumlah skor 14-17
5=amat baik, jumlah skor 18-20



Contoh penilaian diri
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester         : II/2
Standar Kompetensi   : 4. Menampilkan nilai-nilai Pancasila
Kompetensi dasar      : 4.1 Mengenal nilai kejujuran, kedisiplinan, senang bekerja dalam  kehidupan sehari-hari
Aspek                      : Penerapan
PETUNJUK :
Isilah tabel dibawah ini dengan tanda ceklis (V ) pada kolom yang sesuai Dengan pernyataan sikapmu terhadap pernyataan pada kolom sebelumnya

NO
Aspek Penilaian/Kriteria
Selalu
Kadang-Kadang
Tidak pernah
A
Kejujuran



1
Setiap hari berkata jujur kepada orang tua



2
Mengembalikan kembalian uang belanja kepada orang tua



3
Menyerahkan nilai ulangan disekolah walaupun nilainya jelek



4
Menyampaikan alasan yang benar ketika terlambat masuk sekolah



B
Kedisiplinan



1
Datang ke sekolah tidak terlambat bahkan lebih awal



2
Mengerjakan Tugas/PR sesuai yang dijadwalkan



3
Pulang sekolah langsung bermain dengan teman sebelum sampai dirumah



4
Mengerjakan Ibadah tepat waktu



Catatan : menilai kejujuran siswa


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1.    Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, ehingga menjadi informasi yang bermakna dalm pengambilan keputusan.
2.    Penilaian pembelajaran tematik di kurikulum 2013 yaitu menggunakan penilaian assesmen autentik. Asesmen  autentik  adalah  pengukuran  yang  bermakna  secara  signifikan  atas  hasil  belajar  peserta  didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
3.    Jenis penilaian dalam penbelajaran tematik ada dua macam bentuk penilaian. Bentuk penilaian yang dimaksud adalah penilaian tes dan nontes. Masing-masing bentuk penilaian memiliki teknik-teknik yang berbeda satu sama lainnya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.


DAFTAR PUSTAKA

 Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. 2009. Bandung. PT Remaja Rosdakarya

Muslich, Masnur. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi Dan Kontekstual. 2009. Jakarta. Bumi Aksara

Panitia Sertifikasi Guru Rayon 143. LEMBAR KERJA PTK DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN. 2012. Kediri . Universitas Nusantara PGRI Kediri

Sukarji. Buku Ajar: Perencanaan Pembelajaran. 2007. Tulungagung. Sekolah Tinggi Agama Islam Tulungagung


SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN  REPUBLIK INDONESIA NOMOR   66 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

MATERI PELATIHAN PLPLG KONSEP TEMATIK, PENDEKATAN SCIENTIFIC, DAN PENILAIAN AUTENTIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar