Minggu, 04 Mei 2014

contoh pembelajaran inquiry dan dicovery pada mata pelajaran IPA


Makalah

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DAN DISCOVERY
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Dosen: Chusnul Khotimah. M. Pd I
Disusun oleh
1.     Denok Muktiari
2.     Khamin Ashar
3.     Fatimah
4.     Sri Wahyuni



PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
STAI DIPONEGORO
TULUNGAGUNG

2013
Kata Pengantar

Alhamdulilah puji syukur kami ucapkan atas terselesaikannya makalah ini. Karena hanya dengan limpahan rahmat dan taufik-Nya makalah ini dapat terselesaikan, sehingga makalah ini dapat kami jadikan panduan dalam belajar.
            Shalawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya pendidikan dalam kehidupan.
            Makalah ini dapat tersusun seperti sekarang atas bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Ibu Chusnul Khotimah, M.Pdi selaku dosen Pembelajaran IPA STAI Diponegoro Tulungagung.
  2. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan penyusunan makalah-makalah berikutnya.

Tulungagung, 3 Mei 2013


penulis













Daftar Isi

Halaman Judul……………………………………………………….…….…….…….i
Kata Pengantar………………………………………………………..…….…………ii
Daftar Isi………………………………………………………………..…….…….….iii
Daftar Lampiran………………………………………………………………………iv
BAB I Pendahuluan…………………………………………………………….…..…1
A.    Latar Belakang…………………………………………………………..….1
B.    Rumusan Masalah…………………………………………………..……....2
C.    Tujuan Makalah…………………………………………………………….2
BAB II Pembahasan…………………………………………………………...….…..3
A.    Pengertian Model Pembelajaran Inquiry dan Discovery……………….…...3
B.     Langkah-langkah Model Pembelajaran Inquiry dan Discovery………….…3
C.    Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Inquiry dan Discovery.…5
BAB III Kesimpulan……………………………………………………………….….6
Daftar Pustaka
Lampiran

Daftar Lampiran

Lampiran 1. Ringkasan Materi
Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Lampiran 3. Lembar Kerja Kelompok

 
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Seorang guru  yang profesional dituntut untuk dapat menampilkan keahlian di depan kelas. Salah satu komponen keahlian itu adalah kemampuan untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa. Untuk dapat menyampaikan pelajaran dengan efektif dan efisien, guru perlu mengenal berbagai jenis strategi belajar mengajar sehingga dapat memilih strategi manakah yang paling tepat untuk suatu bidang pengajaran.
Strategi belajar mengajar merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputu sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa. Strategi belajar mengajar di sini merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai. Tiap tingkah laku yang harus dipelajari perlu dipraktekkan. Karena setiap materi dan tujuan pengajaran berbeda satu sama lain, maka jenis kegiatan yang harus dipraktekkan oleh siswa memerlukan persyaratan yang berbeda pula. Sehingga perlu adanya kaitan antara strategi belajar mengajar dengan tujuan pengajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan belajar-mengajar yang efektif dan efisien. Strategi belajar mengajar terdiri dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin bahwa siswa akan betul-betul mencapai tujuan.
Kata metode dan teknik sering digunakan secara bergantian. Gerlach dan Ely dalam bukunya ”Teaching and Media: A Systematic Approach” mengemukakan bahwa teknik (yang kadang-kadang disebut metode) dapat diamati dalam setiap situasi belajar mengajar. Teknik adalah jalan atau alat yang digunakan guru untuk mengarahkan kegiatan siswa kearah tujuan yang ingin dicapai. Guru yang efektif, sewaktu-waktu siap menggunakan berbagai metode dengan efektif dan efisien menuju tercapainya tujuan.
Metode, menurut menurut Winarno Surakhmad (dalam Uno: 2007) adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode mengajar) maupun bagi siswa (metode belajar). Makin baik metode yang dipakai, makin efektif pula pencapaian tujuan.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang metode pendekatan pembelajaran inquiry dan discovery (Guided Discovery Lesson atau pelajaran dengan penemuan terbimbing).
B.      Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka ada beberapa hal yang ingin diketahui, antara lain:
1.       Apakah pengertian model pembelajaran inquiry dan discovery?
2.       Bagaimana langkah-langkah model pembelajaran inquiry dan discovery?
3.       Apa saja kelebihan dan kekurangan model pembelajaran inquiry dan discovery?

C.      Tujuan Makalah
1.     Mengetahui pengertian model pembelajaran inquiry dan discovery.
2.     Mengetahui apa saja langkah-langkah model pembelajaran inquiry dan discovery.
3.     Mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan model pembelajaran inquiry dan discovery.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Model Pembelajaran Inquiry Dan Discovery
Inquiry berarti pertanyaan, atau pemeriksaan, penyelidikan (Trianto, 2007:135). David L. Haury dalam artikelnya, Teaching Science Through Inquiry (dalam Sutrisno: 2008) mengutip definisi yang diberikan oleh Alfred Novak: inquiry merupakan tingkah laku yang terlibat dalam usaha manusia untuk menjelaskan secara rasional fenomena-fenomena yang memancing rasa ingin tahu. Dengan kata lain, inquiry berkaitan dengan aktivitas dan keterampilan aktif yang fokus pada pencarian pengetahuan atau pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu.
Sund (dalam Trianto: 2007) menyatakan bahwa discovery merupakan bagian dari inquiry, atau inquiry merupakan perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. Inquiry sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi. Jadi strategi inquiry dan discovery berarti suatu rangkaian kegiatan belajar antara siswa dan guru sebagai pembimbing untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Metode inquiry yang mensyaratkan keterlibatan aktif siswa terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap anak terhadap Sains. Selanjutnya, metode pembelajaran ini berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar.
Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah.

B.      Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inquiry dan Discovery
Langkah langkah dalam melaksanakan model pembelajaran ini antara lain:
1.     Merumuskan masalah
Guru menyajikan permasalahan berupa pokok-pokok materi yang akan disampaikan.
2.     Adanya Hipotesis
Guru menceritakan fenomena-fenomena yang terjadi. Atau fakta-fakta yang ada hubungannya dengan materi yang akan disampaikan.
3.     Mengumpulkan Bukti
Siswa melakukan percobaan dan penelitian dalam pencarian fakta-fakta. Dari berbagai macam sumber dan penggunaan alat-alat percobaan.
4.     Menguji Hipotesis
Mencocokkan hipotesis yang ada dengan fakta-fakta yang ditemukan dari hasil percobaan.
5.     Menarik Kesimpulan
Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan model pembelajaran inquiry dan discovery antara lain:
1.       Question (pertanyaan). Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. Untuk memudahkan proses ini, guru menanayakan kepada siswa mengenai hipotesis yang memungkinkan.
2.       Student Engangement (peran siswa aktif). Keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan.
3.       Cooperative Interaction (interaksi yang kompak dengan anggota kelompok).
4.       Performance Evaluation. Siswa dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Selain itu siswa diminta untuk dapat mengembangkan pengetahuan tersebut berupa membuat suatu produk yang berkaitan dengan materi. Misalnya membuat kerajinan, karangan, puisi, dan lain-lain yang merupakan pembelajaran yang bermakna.
5.        Variety of Resources. Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar, misalnya buku teks, website, televisi, video, poster, wawancara dengan ahli, dan lain sebagainya.
Contoh penggunaan  model pembelajaran inquiry-discovery dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
1.     Guru menyiapkan satu materi yang dianggap cocok untuk inquiry-discovery. (lihat Lampiran 1)
2.     Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). (lihatLampiran 2)
3.     Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya, yang dinyatakan dengan pernyataan atau pertanyaan.
4.      Pengarahan sebelum siswa melakukan kegiatan. Alat/bahan perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam melaksanakan kegiatan.
5.     Guru membentuk kelompok-kelompok dan memberikan lembar pertanyaan yang disertai langkah-langkah dalam melakukan percobaan. (lembar kerja kelompok lihat lampiran 3)
6.     Siswa melaksanakan percobaan/ penelitian berdasar lembar kerja kelompok.
7.     Peran aktif siswa dalam mengumpulkan bukti-bukti.
8.     Guru meminta ketua kelompok untuk membacakan hasil penelitian, dan siswa lain menanggapi.
9.     Siswa dibantu guru memberikan kesimpulan dari hasil penelitian.
10.  Guru memberikan penguatan.

C.      Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Inquiry dan Discovery

Kelebihan dari Model Penemuan terbimbing adalah sebagai berikut:  
  1. Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang disajikan.
  2. Menumbuhkan sekaligus menamkan sikap inquiry (mencari-temukan).
  3. Mendukung kemampuan problem solving siswa
  4. Memberikan wahana interaksi antar siswa, maupun siswa dengan guru, dengan demikian siswa juga terlatih untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Materi yang disajikan dapat mencapai tingkat kemampuan yang lebih tinggi dan lebih lama membekas karena siswa dilibatkan dalam proses menemukannya
Kekurangan dari Model Penemuan terbimbing adalah sebagai berikut:  
  1. Untuk materi tertentu, waktu yang tersita lebih lama.
  2. Tidak semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan cara ini. Dilapangan beberapa siswa masih terbiasa dan mudah mengerti dengan model ceramah.
  3. Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model ini. Umumnya topik-topik yang berhubungan dengan prinsip dapat dikembangkan dengan Model Penemuan Terbimbing.

BAB III
KESIMPULAN


Secara singkat dapat disimpulkan bahwa tujuan utama pendekatan inquiry dan discovery adalah untuk melatih kemampuan siswa dalam meneliti, menjelaskan fenomena, dan memecahkan masalah secara ilmiah. Karena pada dasarnya secara intuitif setiap individu cenderung melakukan kegiatan ilmiah (mencari tahu/memecahkan masalah). Kemampuan tersebut dapat dilatih sehingga setiap individu kelak dapat melakukan kegiatan ilmiahnya secara sadar (tidak intuitif lagi) dan dengan prosedur yang benar.
Melalui pendekatan ini, guru dapat meyakinkan siswa bahwa ilmu bersifat tentatif dan dinamis, karena ilmu berkembang terus menerus. Sesuatu yang saat ini diyakini benar, kelak suatu saat belum tentu benar atau berubah. Disamping itu, siswa dilatih untuk dapat menghargai alternatif-alternatif lain yang mungkin berbeda dengan yang telah ada sebelumnya dan telah diyakini sebagai suatu kebenaran.
 
DAFTAR PUSTAKA

Panduan Buku Paket IPA kelas IV. 2012. Jakarta. .Erlangga

Forum Peningkatan Profesi Guru. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV semester I.  2012. Surabaya. Lentera Ilmu

Yuliani, Refi Elfina. Pendekatan Inquiry Dan Discovery. 2012. www. Blogspot.com

Admin. Model Pembelajaran. 2012. www.blogspot.com

 
LAMPIRAN  I
Ringkasan Materi
1.     Wujud Benda
Berdasarkan wujudnya, benda dapat dibedakan menjadi tiga macam:
a.      Benda padat ( batu, kayu, buku, besi, dan lain sebaginya )
b.     Benda cair ( air, susu, minyak, bensin, dan lain sebagainya )
c.      Benda gas ( udara, uap air, oksigen )
2.     Sifat-sifat Benda
a.      Sifat benda padat
·     Volume tetap
·     Bentuk tetap meski berpindah tempat
·     Wujud tidak mengikuti wadahnya
·     Bentuk dapat berubah dengan perlakuan tertentu
b.     Sifat benda cair
·     Volume tetap
·     Bentuk berubah sesuai tempatnya
·     Dalam keadaan tenang permukaan selalu mendatar
·     Mengalir ke tempat rendah
·     Meresap melalui celah-celah kecil
·     Melarutkan beberapa zat
c.       Sifat benda gas
·     Menekan ke segala arah
·     Mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya
·     Terdapat di segala tempat, kecuali hampa udara


LAMPIRAN 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran          : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Judul                           : Benda dan Sifatnya
Hari, tanggal              :
Kelas/Semester          : IV/1
Tahun Pelajaran        : 2013/2014
Alokasi Waktu           :

A.    Standar Kompetensi
Memahami beragam sifat dan perubahan wujud benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasar sifatnya
B.    Kompetensi Dasar
Mendiskripsikan wujud benda padat, cair, dan gas yang memiliki sifat tertentu
C.    Indikator
·     Menyebutkan macam-macam wujud benda beserta contohnya
·     Menyebutkan masing-masing sifat wujud benda
D.    Tujuan Pembelajaran
·     Siwa mampu menjelaskan wujud benda padat, cair dan gas
·     Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat yang dimiliki benda padat, cair dan gas
E.    Metode pembelajaran
·     Ceramah
·     Tanya jawab
·     Diskusi
·     Inquiry-discovery
·     Short Card

F.     Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

No.
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Siswa
Metode
Alokasi
Waktu
1.
Pendahuluan
·  Guru menyiapkan siswa dengan berdoa, mengabsensi serta menyiapkan buku pelajaran sehingga siswa dapat menerima pelajaran.
·  Apresiasi
Guru memberikan Tanya jawab mengenai materi, contoh “Siapa yang hari ini sudah minum susu? Kira-kira bagaimana bentuk susu ketika dimasukkan ke dalam gelas?”
· Motivasi
Guru memotivasi siswa supaya tertari dengan materi yaitu melalui Tanya jawab.





· Menjawab pertanyaan yang disampaikan guru.





· Tanya jawab



2.

Kegiatan Inti
· Eksplorasi
· Setelah diadakan Tanya jawab, guru meminta siswa untuk membentuk kelompok menjadi 3.
· Guru membagikan lembar kerja kelompok.
· Guru membagiakan alat-alat sebagai bahan percobaan
· Tugas I masing-masing kelompok:
Kelompok 1, menyebutkan 5 macam contoh benda padat
Kelompok 2, menyebutkan 5 macam benda cair
Kelompok 3, menyebutkan 3 macam contoh benda gas
· Tugas II masing-masing kelompok:
Kelompok 1, meneliti tentang sifat-sifat benda padat
Kelompok 2, meneliti tentang sifat-sifat benda cair
Kelompok 3, meneliti tentang sifat-sifat benda gas.

· Guru mengawasi, membimbing dan membantu jika ada yang kesulitan.

· Elaborasi
· Siswa/ ketua kelompok membacakan hasil diskusi dan penelitian

· Guru menjelaskan ulang mengenai hasil diskusi dan penelitian kelompok

· Guru memberikan kesempatan untuk bertanya atau menanggapi hasil dari masing-masing kelompok

· Guru membagikan kartu tulisan dan meminta siswa untuk memasangkan sesuai pasangannya




·   Membentuk kelompok






· Diskusi






· melakukan percobaan










·   siswa bergantian membacakan lembar jawaban
·   siswa mendengarkan penjelasan guru

·   siswa menanggapi hasil pekerjaan teman

· memasangkan kartu













· Inquiry/






· Diskoveri/ penemuan terbimbing






·   Ceramah








·   Short Card


3.

Kegiatan penutup
· Siswa dengan bantuan guru membuat kesimpulan materi yang baru diajarkan
· Guru memberikan penguatan tentang materi kepada siswa, sehingga siswa tidak mengalami keraguan dalam pemahaman materi
· Guru memberikan tindak lanjut berupa pemberian pekerjaan rumah, dengan mengerjakan soal-soal dan membuat produk mengenai wujud benda.
· Guru menutup pelajaran dengan doa bersama-sama










· Siwa berdoa bersama-sama



G.   Sumber belajar
·     Kurikulum
·     Buku IPA kelas 4
·     Lembar kerja siswa (FORUM)
H.    Alat dan Bahan
·     Batu, pensil, plastisin, kertas
·     Gelas, air, kayu, kain/tissue, garam/gula
·     Balon
I.       Penilaian
1.     Penilaian Proses               : Penilaian selama proses pembejaran
2.     Penguasaan konsep           : Tes tulis


Mengetahui,                                                          Tulungagung,                    2013
Kepala Sekolah                                                                       Guru Kelas     







 
NIP.                                                                                   NIP.                                                                  


Soal
Isilah titik-titik di bawah ini!
1.   Contoh benda padat adalah…..
2.   Benda yang larut ke dalam air adalah..…
3.   Air mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke…..
4.   Di dalam bola sepak bola berisi…..
5.   Permukaan benda cair yang tenang selalu…..

Keterangan Penilaian
Keaktifan
Baik    :  Jika siswa mengajukan pertanyaan atau usulan yang sesuai dengan materi
Cukup :  Jika siswa mengajukan pertanyaan atau usulan yang tidak sesuai dengan materi
Kurang: Jika siswa tidak mengajukan pertanyaan atau usulan
Ketelitian
Baik    : Jika jawaban benar dan runtut
Cukup : Jika jawaban benar namun tidak runtut
Kurang            : Jika jawaban siswa salah
Rentang Nilai
Baik                : 75-85
Cukup             : 60-74
Kurang                        : 30-59

Nilai Akhir =  Keaktifan     +    ketelitian    +    Nilai Tugas
                                                            3
 
 



Lampiran 3
Lembar Kerja Kelompok 1

1.     Sebutkan 5 macam contoh benda padat!
2.     Percobaan
a.      Ambil sebuah batu, letakkan di sebuah tempat. Kemudian pindahkan batu tersebut dan masukkan ke dalam wadah lain. Amatilah! Bagaimana berat/ volume dan bagaimana bentuknya?
b.     Ambil sebuah plastisin dan kertas. Ketika plastisin ditekan-tekan bagaimana bentuknya? Ketika kertas dilipat atau diremas-remas bagaimana bentuknya?

JAWABAN:


Lembar Kerja Kelompok 2

1.     Sebutkan 5 macam contoh benda cair!
2.     Percobaan
a.      Masukkan air ke dalam gelas sampai penuh. Kemudian pindahkan air tersebut ke wadah lain yang bentuknya berbeda. Amatilah! Bagaimana volume dan bentuk air setelah dipindahkan ke tempat yang berbeda?
b.     Masukkan air ke dalam gelas. Kemudian gelas digoyang-goyangkan sebentar. Tunggu posisi air sampai tenang. Amatilah! Bagaimana permukaannya?
c.      Ambilah sebuah papan dari kayu, miringkanlah papan tersebut, lalu tuangkan air pada papan tersebut. Amatilah! Bagaimana gerakan air?
d.     Masukkan air ke dalam gelas. Kemudian masukkan kain/ tissue ke dalam air. Amatilah apa yang terjadi?
e.      Masukkan air ke dalam gelas. Ambil garam lalu masukkan ke dalam air. Kemudian aduk-aduk, amatilah apa yang terjadi!

JAWABAN:

Lembar Kerja Kelompok 3

1.     Sebutkan 5 macam contoh benda gas!
2.     Percobaan
a.      Ambil sebuah balon yang belum berisi udara. Tiup perlahan-lahan sampai balon mengembang. Amatilah! Kemana arah tekanan udara atau gas yang telah masuk ke dalam balon?
b.     Lihatlah di lingkungan sekitarmu. Di mana letak udara atau gasnya?


JAWABAN





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar